Dunia penerbangan internasional dikejutkan oleh insiden hilangnya pesawat kargo jenis Boeing 737-400 dengan nomor registrasi AP-BOI milik maskapai K2 Airways. Penerbangan komersial logistik bernomor KTA1732 yang lepas landas dari Bandara Internasional Sharjah menuju Karachi tersebut dilaporkan hilang kontak di perairan lepas Laut Arab setelah pilot sempat mengirimkan panggilan darurat darurat terkait malafungsi instrumen navigasi penerbangan.
1. Kronologi Detik-Detik Hilangnya Kontak Radar
Berdasarkan pernyataan resmi dari Otoritas Penerbangan Pakistan (PAA), sesaat sebelum sistem radar kehilangan transmisi sekunder pesawat, kru kokpit sempat melaporkan adanya deviasi arah akibat disorientasi pada instrumen panduan instrumen kokpit. Menara pengawas lalu lintas udara (ATC) sempat mencoba memberikan panduan arah manual (vectoring) untuk mengarahkan pesawat kembali ke jalur aman.
Namun, dalam waktu kurang dari tiga menit setelah komunikasi terakhir tersebut, data pelacakan otomatis ADS-B menunjukkan anomali kecepatan yang drastis disertai penurunan ketinggian jelajah (descending rate) secara ekstrem. Pesawat dilaporkan mengubah haluan secara tajam ke arah kanan sebelum akhirnya benar-benar menghilang dari pantauan satelit penjejak di atas perairan terbuka yang minim visibilitas.
"Kombinasi cuaca buruk di sekitar rute Laut Arab dan matinya instrumen pembaca posisi primer diduga kuat memicu disorientasi spasial total pada kru penerbangan."
2. Fokus Operasi Pencarian dan Investigasi Komite Keselamatan
Saat ini, tim penyelamat gabungan dari unsur angkatan laut dan penjaga pantai setempat telah dikerahkan ke titik koordinat terakhir yang terekam guna mencari serpihan maupun kotak hitam (*Black Box*) pesawat. Fokus utama penyisiran difokuskan pada radius 40 mil laut dari lokasi kontak terakhir penerbangan KTA1732.
Komite investigasi keselamatan penerbangan menyatakan akan memprioritaskan analisis mendalam terhadap riwayat pemeliharaan (*maintenance logs*) sistem kelistrikan dan komputer navigasi dari armada Boeing 737-400 tersebut. Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus berlangsung di tengah tantangan ombak tinggi dan angin kencang di sekitar area jatuhnya pesawat.